Ada Lho Morning Glory yang Tidak Merambat, Pink Kawaii

Morning Glory adalah tanaman bunga yang memiliki ciri khas tersendiri. Sesuai namanya, bunga Morning Glory mekar di pagi hari.

Menanam Bunga Mossrose (Portulaca)

Beberapa tahun belakangan memang si cantik Moss Rose atau Portulaca ini sedang naik daun. Betapa tidak, warna-warnanya sangat beragam dan yang penting cara menanam Moss Rose lewat stek batang sangat mudah.

Indahnya Bunga Pukul Empat Sore

Kali ini saya ingin berbagi keindahan bunga pukul empat sore yang ada di kebun saya. Pertama kali tahu tentang bunga ini sewaktu masih duduk di bangku SD, bisa dibilang ini bunga jadul banget tapi tetap menawan hati.

Cabe Hias : Dari Sekedar Hobi Hingga Komersil

Cabai hias / cabe hias memang umumnya dijadikan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang unik, menarik, lucu bahkan eksotik. Bukan hanya bentuk buahnya, warna buah dan daun juga ada yang unik.

7 Pot Yellow Primo

Meskipun warnanya kuning saat matang dan sangat cantik, cabe 7pot Primo Yellow memiliki kepedasan diatas cabe rawit.

Senin, 26 Juni 2017

Bunga Sirsak Rontok Terus, Mungkin Butuh Penyerbukan Buatan

Ngomongin tentang sirsak langsung kebayang rasanya yang asem manis enak banget dibikin jus. Lebih nikmat lagi kalau buahnya petik langsung dari kebun. Hmmm, tapi... gimana mau petik langsung kalau bunga sirsak rontok terus?
Foto buah sirsak
Sedikit kegalauan saya pagi ini, pohon sirsak di kebun sudah cukup dewasa. Tingginya hampir dua meter, gak tau pasnya berapa hehe. Saya tanam langsung di tanah bukan pot. Si pohon sirsak inipun berusaha untuk berbakti, di awal bulan Maret lalu ia berbunga. Tapi sayang.. rontok. Belum rejeki sepertinya.

Karena baru pertama kali melihat bentuk bunga sirsak, agak aneh juga kelopak bunganya tebal dan seolah gak mau terbuka lebar. Bentuknya juga tak terlalu menarik serangga. Lha terus gimana caranya terjadi penyerbukan? Lebah saja ga bisa masuk.

Di bulan ini si "dia" berbunga lagi, harap-harap cemas aku menunggu. Tapi harus kutelan kekecewaan untuk kedua kali (lebay). Yap, to the point aja : rontok lagi.

Bingung saya, kenapa yah bunga sirsak ini rontok melulu? Apa karena belum saatnya berbuah? Kurang pupuk kah? Atau kurang kasih sayang?

Bentuk bunga sirsak seperti ini :

Gambar bentuk bunga sirsak
Bunga sirsak
Okelah sementara ini nikmati saja dulu bunganya dan juga daunnya (menghibur diri) :D. Sambil cari-cari info di internet tentang cara membuahkan sirsak, cara agar sirsak cepat berbuah, mencegah rontok bunga sirsak, dll.

Eng ing eng.. ternyata dalam satu bunga sirsak, putik (bunga betina) dan benang sari (bunga jantan) matangnya tidak bersamaan. Ini adalah salah satu penyebab bunga sirsak gagal menjadi buah.

Putik sebagai bunga sirsak betina matang terlebih dahulu, selang berapa hari putik ini kering barulah benang sari sebagai bunga sirsak jantan matang. Waduh, telat dong.. Benang sari yang matang akan menghasilkan serbuk sari yang teksturnya mirip tepung berwarna kekuningan.

Intinya : sebelum putik kering, harus ada serbuk sari dari bunga lain yang mengawini (bahasanya euy). Untuk memperbesar kemungkinan sirsak berbuah, sebaiknya dilakukan penyerbukan secara manual dibantu manusia. Kalau hanya mengandalkan serangga, biasanya semut, kemungkinan berbuahnya kecil.

Sebelum membahas cara melakukan penyerbukan buatan pada bunga sirsak, harus tahu terlebih dulu seperti apa bunga betina dan yang mana bunga jantan.

Lalu bagaimana cara membedakan bunga sirsak jantan dan betina?

Ciri bunga sirsak dalam fase betina :

Foto bunga sirsak betina putih matang siap dibuahi
Bunga betina (putik) pada sirsak

Bunga berwarna kekuningan. Mahkota bunga sudah terbuka agak lebar sehingga kalau direnggangkan bisa terlihat putiknya. Putik yang siap dikawini akan terasa sedikit lengket bila disentuh. Cairan lengket ini berfungsi sebagai perekat bila ada serbuk sari yang menempel. Saat putik kering, sudah tidak layak dibuahi. Dan bunga akan segera masuk fase jantan.

Ciri bunga sirsak dalam fase jantan :

Gambar bunga sirsak jantan dengan benang sari matang siap membuahi
Bunga sirsak jantan, benang sari matang berwarna cokelat

Saat mahkota bunga sirsak rontok, biasanya pagi hari sekali, maka selesailah fase betina dan dimulailah fase bunga jantan. Benang sari akan terlihat berwarna kecoklatan dan ada serbuk sari berwarna kuning di dalamnya. Terlambat sedikit, serbuk sari akan hilang terjatuh atau terbawa angin.

Perlu dipahami saat yang tepat kapan putik betul-betul siap dikawini dan benang sari betul-betul matang.

Pantas aja bunga sirsak di kebun rontok terus ga mau kawin hahaha. Ternyata butuh penghulu. Saya amati juga gak ada semut di pohonnya :D

Cara mengawinkan bunga sirsak?
Kalau ada yang bingung bagaimana cara melakukan penyerbukan buatan pada bunga sirsak berikut caranya :

Bahan :
- Kuas (bulu kuas warna hitam atau gelap lebih bagus)
- Wadah roll film bekas
- Bunga sirsak jantan dan betina. Ciri-cirinya sudah saya jelaskan diatas ya.

Penyerbukan pada buah sirsak dibantu manusia
Sumber foto : litbang.pertanian.go.id
Cara :
1. Ambil benang sari beserta serbuk sari dari bunga sirsak lalu masukkan dalam wadah bekas roll film yang sudah dicuci. Serbuk sari berwarna kuning (orange) seperti tepung inilah yang sebetulnya akan kita gunakan.

2. Masukkan kuas dalam wadah roll film, pastikan ada cukup banyak serbuk sari yang nenempel pada bulu kuas. Kalau bulu kuasnya warna hitam, serbuk sari yang menempel bisa terlihat lebih jelas.

3. Cari dan pilih bunga sirsak yang sedang dalam fase betina dan siap diserbuki. Buka perlahan sehingga terlihat putiknya.

4. Sapukan kuas tepat pada putik secara menyeluruh dengan gerakan melingkar. Perlu diingat agar tidak merusak kelopak putik. Rusaknya kelopak putik dapat menyebabkan gagalnya penyerbukan dan rontoknya bunga.

5. Selesai. Tinggal tunggu hasilnya dan berdoa semoga berhasil. Pernyerbukan buatan berhasil bila dalam satu bulan setelah penyerbukan bunga tidak rontok dan mulai terbentuk bakal buah.


Penyerbukan buatan pada bunga sirsak akan menghasilkan bentuk buah sirsak yang lebih baik ketimbang penyerbukan alami yang dibantu oleh serangga.

Jumat, 05 Mei 2017

Pengalaman Membeli Rockwool Secara Online, Ada Harga Ada Kualitas

Posting kali ini saya sekedar sharing aja pengalaman membeli rockwool di salah satu e-commerce beberapa hari lalu. Terus terang ini pertama kalinya saya beli rockwool, karena tertarik mencoba berkebun dengan cara hidroponik. Saya putuskan membeli rockwool secara online karena tidak (belum) bisa menemukan toko peralatan hidroponik di daerah saya, maklum kurang update haha.

Saya membeli rockwool dengan ukuran yang hampir sama di dua toko yang berbeda. Kenapa saya beli keduanya? Karena penasaran aja kok selisih harganya lumayan. Tentunya selain beli rockwool saya beli barang lain juga, biar ga rugi ongkir.
- Toko A : Rockwool ukuran 28x14×5 cm (harga Rp 10.000)
- Toko B : Rockwool ukuran 23x14x7,5 cm (harga Rp 19.000).

Keduanya datang di hari yang sama. Begitu dibuka masing-masing kemasannya, saya agak terkejut karena perbedaan rockwool di Toko A dan B sangat jauh.

Ini rockwool dari Toko A dengan harga Rp 10.000 :
foto rockwool media tanam hidroponik
Rockwool toko A
Warna rockwoolnya kusam dan kotor sekali. Permukaan rockwool juga seperti berjamur. Padahal waktu saya lihat di foto produknya barangnya bagus, beda sekali dengan yang saya terima. Saya putuskan untuk tidak memakainya, takutnya gak steril. Bingung juga enaknya diapain, kalau dibuang sayang juga. Jadi sementara ini saya umpetin di lemari dulu :D

Ini rockwool dari Toko B dengan harga Rp 19.000 :
Gambar rockwool media tanam hidroponik yang bagus
Rockwool toko B

Gambar rockwool potongan
penampakan rockwool yang sudah dipotong-potong mirip tahu goreng ya?

Jauh lebih mahal sih, tapi rockwoolnya bagus. Warna kuning tidak kusam. Teksturnya rapi dan bersih. Pokoknya puas dari segi kualitas. Tentunya rockwool ini yang akan saya pakai untuk eksperimen hidroponik pertama saya.

Sepertinya dari harganya menunjukkan kualitas. Meskipun tidak semua barang yang harganya murah kualitasnya buruk ya, tapi paling tidak hal ini berlaku untuk pengalaman saya membeli rockwool kali ini. Lebih berhati-hati aja ke depannya, jangan mudah tergiur dengan harga murah.

Selasa, 02 Mei 2017

Gambar Daun Katuk, Bunga Katuk dan Buah Katuk

Manfaat daun katuk untuk memperlancar ASI bagi ibu yang sedang menyusui memang sudah tak asing lagi. Daun katuk memiliki kandungan Kalsium dan Potassium yang tinggi, selain itu juga mengandung berbagai vitamin dan asam amino. Karena bernutrisi tinggi, tak salah kalau daun katuk sering diolah menjadi masakan layaknya daun bayam atau kangkung.

Bagi yang belum tahu bagaimana sih bentuk daun katuk itu, ini dia gambar daun katuk di kebun saya. 
Gambar daun katuk untuk memperlancar ASI
Gambar (foto) daun Katuk

Daunnya berwarna hijau tua menunjukkan kandungan klorofilnya yang tinggi. Karena masih satu kerabat dengan cermai, katuk memiliki bentuk daun dan buah yang mirip cermai. Tinggi pohon bisa mencapai 3-5 meter. Cara menanam katuk juga sangat mudah, lewat stek batang yang sudah cukup tua. Tinggal tancap aja. Dulu saya juga dapat bibit daun katuk ini dalam bentuk stek batang.

Setelah cukup dewasa, katuk akan mulai berbunga. Bunga katuk berwarna merah dan berukuran kecil, terletak di hampir semua ketiak daun. Kalau dilihat secara dekat, bunganya indah juga ya.
Gambar bunga katuk
Gambar bunga katuk

Gambar bunga katuk mekar berwarna merah
Gambar bunga Katuk

Sebetulnya sudah lama pohon katuk di rumah saya berbunga. Tapi baru pagi ini saya lihat dengan teliti, ada yang aneh di sela-sela rimbunnya daun. Ternyata buah katuk :D. Seperti saya tulis sebelumnya, buah katuk mirip dengan buah cermai. Bahkan ukurannya juga, hanya saja warna buah katuk ini putih dengan warna merah dibagian atas dan bawahnya.
Gambar buah katuk
Gambar buah Katuk

Penampilan yang cantik menurut saya.. Merah putih, Indonesia banget hehehe. Berdasar yang saya baca dari internet, buah katuk akan berwarna kemerahan saat matang dan rasanya masam. Tapi entahlah, saya sendiri belum pernah coba. Ada yang pernah makan buah katuk?

Ada Lho Jenis Morning Glory yang tidak Merambat, Pink Kawaii

Morning Glory adalah tanaman bunga yang memiliki ciri khas tersendiri. Sesuai namanya, bunga Morning Glory mekar di pagi hari. Saat menjelang siang bunganya akan layu dan menutup. Kecuali saat cuaca mendung, mekarnya Morning Glory akan lebih lama. Bahkan bisa sampai sore hari.

Selain itu, batang tanaman Morning Glory biasanya tumbuh merambat kemana-mana sehingga butuh ajir agar tumbuhnya lebih terarah. Morning Glory juga bisa dirambatkan di pagar atau pergola.

Kecantikan Morning Glory pasti akan membuat pagi lebih bersemangat. Bagi yang ingin menanam bunga Morning Glory tapi tidak suka tanamannya merambat ga karuan. Coba deh tanam Morning Glory Pink Kawaii.

Ini penampakan Morning Glory Pink Kawaii di kebun saya :
Gambar foto bunga morning glory pink kawaii mekar
Gambar Bunga Morning Glory Pink Kawaii

Pink Kawaii adalah salah satu jenis Morning Glory yang batangnya tidak merambat. Sangat cantik ditanam dalam pot tidak perlu ajir atau tempat untuk rambatan. Tanamannya pendek sudah berbunga.

Usia sekitar dua bulan setelah semai, tinggi hanya sekitar 15 cm sudah menunjukkan kecantikan bunganya. Termasuk jenis yang gampang perawatannya dan cepat berbunga.

Pink Kawaii memiliki warna pink yang lembut (soft pink). Jarak antara daun satu dengan yang lainnya pendek, begitu juga bakal bunganya. Kalau pas mekar bareng jadi cantik bergerombol.
Gambar Bunga Morning Glory Pink Kawaii

Sebetulnya ada juga jenis lain yang tidak merambat. Dulu saya punya warna putih, pohonnya pendek (dwarf) tapi sayang udah mati sekarang pohonnya tanpa meninggalkan biji.

Sabtu, 08 April 2017

Menanam Putsa Alias Apel India itu Gampang

Buah apel memang cocoknya ditanam di dataran tinggi, misalnya kota Malang Jawa Timur yang berhawa sejuk. Buat yang di dataran rendah tak perlu berkecil hati, ada lho apel yang cocok ditanam di dataran rendah yang panas.

Putsa ( Phutsa ) atau Indian Jujube, biasa disebut juga Apel India ini bisa menjadi pelipur lara bagi kalian yang ingin menanam apel di dataran rendah. Seperti saya yang tinggal di daerah panas inipun akhirnya kepincut untuk menanam putsa.

Putsa sebetulnya bukan merupakan jenis Apel, jauh sekali bahkan. Si Apel India ini justru masih satu kerabat dengan bidara. Tak heran pohon, daun dan buahnya sangat mirip bidara. Meski begitu, buah ini diklaim memiliki rasa yang mirip dengan apel. Manis dan renyah, begitu kira-kira yang saya baca dari artikel maupun dari penjelasan hobiis tanaman di Facebook. Jadi makin penasaran.
Foto tanaman apel india dataran rendah putsa
Pohon Putsa (Phutsa)

Begini penampakan pohon Putsa ( Apel India ) saya. Harganya cukup murah, waktu itu saya beli seharga Rp 35.000 di kios tanaman setempat. Saya tanam di pot ukuran diameter 40 cm dengan media tanah, pupuk kandang dan sekam bakar. Sekitar dua bulan kemudian Putsa mulai berbunga. Bunganya berukuran kecil dan bergerombol, muncul hampir di tiap ketiak daun. Sayang beberapa diantaranya rontok. Anggap saja baru belajar berbuah. 
Gambar buah putsa dan bunga putsa
Pohon Putsa ( Apel India ) mulai berbunga dan berbuah

Oh ya, ada duri-duri kecil di bagian batangnya. Jadi hati-hati kalau mau pegang. Soalnya beberapa kali tangan saya gak sengaja kena durinya. Batang Putsa cenderung panjang menjuntai tak beraturan, jadi harus rajin dipangkas supaya rapi.

Merawat Putsa sangat mudah. Pupuk yang saya pakai hanya NPK 16-16-16 saja dua kali dalam sebulan, ditabur di pinggiran pot sebanyak satu sendok makan. Hama yang paling menyebalkan : Belalang. Grrr tiap diusir besoknya balik lagi dan lagi, mau dipencet ga tega T-T. Dan satu lagi, kutu putih. Ampun deh, untungnya masih bisa diatasi.
Tambulampot buah apel india putsa
buah putsa ( apel india) mulai besar, daun pada berlubang dimakan belalang

Bunga yang bertahan akhirnya berhasil jadi buah, lumayan banyak juga haha. Sebaiknya buah putsa ini dilakukan penjarangan agar buah yang dihasilkan maksimal dan cukup besar. Tapi sayang banget rasanya kalau harus dibuang, sementara dibiarkan dulu aja.

Jadi buat yang sedang mencari tanaman buah yang cocok ditanam di dataran rendah atau daerah panas, mungkin Putsa boleh dicoba. Dijadikan tambulampot juga oke.

Gimana dengan rasanya? Tunggu posting saya selanjutnya ya kalau udah panen :)